This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 8 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 9 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 10 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 13 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 14 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 15 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 16 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 17 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 18 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 19 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 20 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 21 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 22 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 23 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 24 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 25 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 26 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 27 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 28 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 29 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 30 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 31 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 32 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 21 Mei 2013

PENGGUNAAN METODE IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS II

AGUSTIN PATMANINGRUM
ABSTRAK: Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mewarnai dunia pendidikan. Matematika sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan mempunyai peranan upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti yang terdapat dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Pasal 39 ayat 2 dijelaskan bahwa : “Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. Sehingga peneliti menghadirkan suatu metode baru yaitu metoe IMPROVE untuk suatu inovasi dalam proses pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan analisa data diperolehthitung > ttabel sehingga penggunaan metode IMPROVE dapat  meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada kalkulus II

Kata Kunci: Metode IMPROVE, Hasil Belajar, Kalkulus II
A. Pendahuluan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mewarnai dunia pendidikan kita dewasa ini. Khususnya pendidikan di sekolah. Tantangan tentang peningkatan mutu dan relevansi dan efektivitas pendidikan sebagai tuntutan nasional sejalan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat. Sehingga masyarakat mempunyai bekal kehidupan di masa mendatang. Sehubungan dengan hal itu sebagai Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mewarnai dunia pendidikan
Untuk mendapatkan keberhasilan dalam proses pembelajaran tidaklah mudah. Di dalam pelaksanaannya masih banyak hambatan yang ditemui, hambatan tersebut bisa muncul dari dalam diri siswa atau guru terutama pada pembelajaran matematika banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit, sehingga mereka cenderung tidak menyenanginya. Di lain pihak, guru pun sering menemui kesulitan dalam menyampaikan materi matematika yang cenderung abstrak.. Pada pelaksanaan proses pembelajaran guru mempunyai peranan penting agar proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancar dan efektif serta menghasilkan out put yang baik.
Pada pembelajaran konvensional, pembelajaran masih terpusat pada dosen, sehingga mahasiswa cenderung pasif dan sedikit diberi kesempatan untuk berpikir. Hal ini berakibat pola berpikir kreatif mahasiswa menjadi terhambat, padahal kemampuan berpikir sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk bekal mereka ketika hidup dalam lingkungan masyarakat luas.
Terkait dengan masalah pola pikir mahasiswa yang cenderung pasif, Wahyudin (dalam Meldiawati,2003:2) menyatakan bahwa “Salah satu kecenderungan yang menyebabkan sejumlah siswa gagal dalam menguasai materi-materi matematika adalah siswa kurang menggunakan nalar yang logis dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Selain itu mahasiswa juga sering merasa bosan dengan metode pembelajaran konvensional. Maka untuk mengatasi kebosanan mahasiswa perlu adanya inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran.
Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika adalah metode IMPROVE. IMPROVE merupakan sebuah akronim dari Introducing the new concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification and Enrichment. Metode IMPROVE merupakan salah satu metode yang memiliki tingkat kebermaknaan tinggi. Dalam metode ini terdapat 3 komponen interdependen yaitu aktivitas metakognitif, interaksi dengan teman sebaya, dan kegiatan yang sistematik dari umpan balik-perbaikan-pengayaan. Metode IMPROVE berdasarkan pada questioning self melalui penggunaan pertanyaan metakognitif yang berfokus pada: (1) Pemahaman masalah, (2) Mengembangkan hubungan antara pengetahuan yang lalu dan sekarang, (3) Menggunakan strategi penyelesaian masalah yang tepat, (4) Merefleksikan proses dalam solusi. (Rahmawati, 2004: 12).
Dalam metode ini mahasiswa dikenalkan pada suatu konsep baru, memberikan pertanyaan – pertanyaan metakognitif dan kemudian berlatih memecahkan masalah terkait materi. Mahasiswa juga dapat mengetahui dan mengevaluasi materi yang telah mereka pelajari sehingga dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa. Rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus 2 dengan metode IMPROVE? (2) Bagaimana hasil belajar mata kuliah mahasiswa pada Kalkulus 2 dengan metode konvensional? (3) Apakah metode IMPROVE lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus 2?

B. KAJIAN PUSTAKA
1. Matematika
Menurut Soedjadi (dalam Suyitno, 2004: 52) meskipun terdapat berbagai definisi matematika yang tampak berlainan, tetapi dapat ditarik ciri – ciri yang sama tentang matematika yakni :
a.       Matematika memiliki kajian objek yang abstrak
b.      Matematika mendasarkan diri pada kesepakatan – kesepakatan
c.       Matematika sepenuhnya menggunakan pola pikir deduktif
d.      Matematika dijiwai dengan kebenaran konstitensi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 637) disebutkan bahwa matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. H. W. Fowler dalam Umamik (2005: 14) mendefinisikan bahwa “Mathematics is the abstract science of space and number”. Tetapi, dalam ensiklopedi Amerika dalam Umamik (2005: 14)“It is difficult to give a precise definition of mathematics to which all mathematicians would agree”.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan – bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah yang memiliki kajian abstrak dengan menggunakan pola pikir deduktif.
2. Pembelajaran Kooperatif
 “Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran aktif yang menekankan aktifitas siswa bersama-sama secara berkelompok  dan tidak individual”. (Lukmanul Hakim, 2005:54).
Menurut Yuliana, (2005:37) “Pembelajaran kooperatif adalah suatu kegiatan pembelajaran yang digunakan guru untuk melibatkan siswa secara langsung dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya dan membangun pengetahuannya sendiri”. Adapun elemen-elemen yang saling terkait adalah sebagai berikut:
a. Saling ketergantungan positif
b. Interaksi tatap muka
c. Akuntabilitas individu
d. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi
Jadi, pembelajaran kooperatif dapat diartikan kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
3. Metode IMPROVE
Metode IMPROVE merupakan salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada teori kognisi dan metakognisi sosial. Metode ini didesain oleh ilmuwan  bernama Mevarech dan Kramarski. Aktivitas pembelajaran dengan metode IMPROVE ini dilakukan terhadap kelompok–kelompok kecil pada kelas yang heterogen.
IMPROVE merupakan sebuah akronim dari Introducing the new concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification and Enrichment. Penjabaran dari akronim di atas mendeskripsikan tentang tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan pembelajarannya. Untuk lebih jelasnya, tahapan-tahapan dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode IMPROVE akan diuraikan sebagai berikut:
a. Dosen mengantarkan konsep-konsep baru dengan menggunakan berbagai tipe pertanyaan metakognisi.
b. Mahasiswa berlatih menjawab pertanyaan metakognitifnya dalam menyelesaikan masalah matematis.
c. Dosen mengadakan refleksi.
Dalam metode ini terdapat 3 komponen yang interdependen yaitu aktivitas metakognitif, interaksi dengan teman sebaya, dan kegiatan yang sistematik dari umpan balik-perbaikan-pengayaan. Metode IMPROVE berdasarkan pada questioning self  melalui penggunaan pertanyaan metakognitif yang berfokus pada:
a. Pemahaman masalah.
b. Mengembangkan hubungan antara pengetahuan yang lalu dan sekarang.
c. Menggunakan strategi penyelesaian permasalahan yang tepat.
d. Merefleksikan proses dalam solusi.
(Rahmawati, 2004:12)
Metode IMPROVE menekankan pula pada sistem pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode IMPROVE, akan diberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif yang mampu memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan dengan jalan mengkonstruksinya sendiri. Selain itu, dalam pembelajaran dengan menggunakan metode IMPROVE, siswa dapat leluasa berinteraksi dengan sesama temannya. Interaksi itu dapat memotivasi mereka untuk berbagi pendapat dan memperkaya pengetahuannya.
4. Teori Metakognisi
Istilah metakognisi berasal dari “metacognition”, yang terdiri dari kata “meta” yang artinya berkenaan/berhubungan dan “cognition” yang artinya kesadaran. Westwood (dalam Suprihatin, 2003:7) mengartikan “Metakognisi dengan istilah memahami dan mengawasi cara berpikir seseorang”. Dalam istilah sederhana, “Metakognisi adalah kesadaran berpikir kita sedemikian hingga kita dapat melakukan tugas-tugas khusus, dan kemudian menggunakan kesadaran ini untuk mengontrol tugas yang kita kerjakan” (Jacob, 2001:2).
Suherman (2001: 95) mendefinisikan metakognisi adalah suatu kata yang berkaitan dengan pemikiran yang siswa ketahui tentang dirinya sebagai individu yang belajar dan cara mengontrol serta menyesuaikan perilakunya. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Suherman, Gorofallo dan Lester (dalam Rohaeti, 2003: 13) menyatakan “pengetahuan metakognitif adalah kemampuan seseorang mengontrol proses kognitifnya yang sering di anggap sebagai kekritisan dalam berpikir efektif dan pemecahan masalah”.
Blakey (dalam Permatasari, 2004: 13) mengungkapkan bahwa “Metacognition is thinking about thinking, knowing what we know and what we don’t know”, artinya “Metakognisi adalah berpikir mengenai proses berpikirnya, mengetahui masalah yang kita ketahui dan masalah yang tidak kita ketahui”. Dari beberapa pendapat di atas tentang metakognisi, dapat disimpulkan bahwa metakognisi berkaitan dengan kesadaran berpikir seorang siswa sehingga siswa tersebut dapat memonitor dan mengontrol proses berpikir siswa dalam memcahkan masalah, dan dapat pula menentukan solusi yang lebih tepat dalam memecahkan masalah.
Metakognisi dapat diartikan sebagai kesadaran diri sendiri untuk dapat mengontrol proses berpikirnya dalam memecahkan suatu masalah.
5. Pembelajaran Konvensional
Pembelajaran konvensional adalah “pembelajaran yang dilakukan oleh guru seperti metode ceramah, tanya jawab dan latihan soal” (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995: 592). Kelemahan pembelajaran konvensional adalah sebagai berikut:
a.       Keberhasilan sangat bergantung pada keterampilan dan kemampuan guru.
b.      Kemungkinan masih banyak interprestasi.
c.       Metode mengajar aktual yang akan diterapkan mungkin tidak sesuai untuk mengajar keterampilan dan sikap yang diinginkan.
d.      Pembelajaran cenderung bersikap memberi atau menyerahkan pengetahuan dan membatasi jangkauan siswa, sehingga siswa terbatas dalam memilih topik yang disukai dan relevan dengan paket keterampilan yang dipelajari.

6. Hasil Belajar
Menurut Chatarina (2004:4) “Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar”.
Sedangkan menurut Winkel (dalam  Sukestiyarno dan Budi Waluya, 2006:6) Hasil belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai peserta didik di mana setiap kegiatan belajar dapat menimbulkan suatu perubahan yang khas. Penilaian hasil belajar dilakukan sekali setelah suatu kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
Penilaian hasil belajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui proses belajar dan pembelajaran telah berjalan secara efektif. Keefektifan pembelajaran tampak pada kemampuan siswa mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dari segi guru, penilaian hasil belajar akan memberikan gambaran mengenai keefektifan mengajar siswa melalui pendekatan metode pembelajaran dan media yang digunakan mampu membantu siswa mencapai  tujuan belajar yang ditetapkan (ketuntasan belajar). Tes  hasil belajar yang dilakukan pada siswa dapat memberikan informasi sampai penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini hasil belajar yang dinilai adalah hasil belajar aspek pemecahan masalah.
7. Hipotesis
                    Sesuai dengan permasalahan, tujuan penelitian dan teori yang dikemukakan di atas maka peneliti menetapkan hipotesis yaitu: dengan menggunakan metode IMPROVE dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus II.

C. Metode Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain praeksperimental (pre experimental design) jenis static group comparisson. Pada jenis ini terdapat dua kelompok, satu kelompok mendapatkan perlakuan dan diobservasi sesudah perlakuan. Kelompok yang satunya yang nonekuivalen tidak mendapat perlakuan, namun diobservasi pada waktu yang sama dengan kelompok perlakuan. Kelompok yang mendapat perlakuan disebut dengan kelompok eksperimen, sedangkan kelompok yang tidak mendapat perlakuan disebut kelompok kontrol (Anggoro dkk, 2005).
Dalam penelitian ini kelompok eksperimen adalah kelompok yang menggunakan metode IMPROVE. Sedang kelompok kontrol adalah kelompok yang menggunakan metode konvensional.
Tempat penelitian di STKIP PGRI Nganjuk program studi pendidikan matematika semester IV. Kelas IV-A sebagai kelas eksperimen dan IVB sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelas terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan tes subjektif dan dokumen. Pada pengolahan data menggunakan rumus statistik, yaitu uji-t.
D. Pembahasan

Hasil belajar kelompok eksperimen didapatkan nilai tertinggi yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 65 dengan rata-rata 83 dan variannya 67,75. Penggunaan metode IMPROVE digunakan oleh peneliti setelah mahasiswa terbagi dalam kelompoknya masing – masing untuk ber diskusi tentang materi integral pada mata kuliah kalkulus II. Kemudian pembelajaran dilanjutkan sesuai dengan langkah – langkah dengan metode IMPROVE.
Hasil belajar kelompok kontrol didapatkan nilai tertinggi yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 55 dengan rata-rata 74,94 dan variannya 142, 02.
Rata – rata nilai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami perbedaan karena masing – masing kelas mendapat perlakuan yang berbeda oleh peneliti, pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional sedang kelas eksperimen menggunakan metode IMPROVE.
        Pada rumusan masalah yang ke 3 ini peneliti membuktikan hipotesis.  Pengujian hipotesis melalui analisa data statistik menggunakan uji-t. Sehingga t hitung = 3,35. Untuk mengetahui nilai t yang diperoleh signifikan atau tidak, dapat dilihat nilai t dalam table dengan dk (derajat kebebasan)= 70 dengan Tarafsignifikan 5% atau 0,05 menunjukkan nilai ttabel sebesar 2,00.
Dengan pengujian hipotesis tersebut didapat bahwa nilai thitung>ttabel. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Bahwa dengan menggunakan metode IMPROVE hasil belajar matematika lebih baik bila dibanding dengan hasil belajar matematika menggunakan pembelajaran konvensional. Karena hasil belajar matematika yang menggunakan metode IMPROVE lebih baik, maka dapat diartikan penggunaan metode IMPROVE dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus II.

E. Penutup
             Berdasarkan hasil analisa data dan bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan :
1.Hasil belajar mahasiswa menggunakan metode IMPROVE nilai rata – rata yang diperoleh sebesar 83 sedangkan varian sebesar 67,75.
2.Hasil belajar mahasiswa menggunakan metode konvensional nilai rata – rata yang diperoleh sebesar 74,94 sedangkan varian sebesar 142,02.
3.Dari hasil analisa data diperoleh nilai thitung = 3,35 sedangkan ttabel (dk = 70) = 2,00. Sehingga thitung > ttabel maka hipotesis Alternatif (Ha) diterima, bahwa hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan metode IMPROVE lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional. Karena hasil belajar mahasiswa menggunakan metode IMPROVE lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional, maka penggunaan metode IMPROVE dikatakan dapat  meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada kalkulus II.

DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, 2005. Penuntun Belajar yang Sukses. Nine Karya, Jakarta.
Arikunto, Suharsimi.2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Chatarina, 2004. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. UMM University Press Malang.
Hakim, Lukmanul. 2005. “Metodologi Research “ Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta.
Hariyanti. 2005. Kumpulan Ringkasan Metodologi Penelitian dan Tuntunan Penulisan Skripsi.
Meldiawati. 2003. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi. Jakarta.
Nawawi, Hadari. 1985. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Universitas Terbuka, Jakarta.
Poerwadarminto, 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia.PN Balai Pustaka, Jakarta.
Rahmawati. 2004. Model Pembelajaran Matematika Cooperatif Learning Tipe STAD Melalui Pemanfaatan Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar matematika Kompetensi Dasar Menghitung Luas Permukaan Kubus dan Balok Siswa Kelas VIII Semester Genap. Skripsi tidak di publikasikan. Nganjuk : STKIP PGRI NGANJUK.
Rianto, Yatim, 2001. Materi Pokok Psikologi Penelitian. Universitas Terbuka, Jakarta.
Suprihatin. 2003. Teknik Menyusun Karya Tulis dan Sinopsis. PT. Bina Ilmu, Surabaya.
Suherman. 2001. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Suyitno.2004.” Metodologi Penelitian Pendidikan”.Jakarta. Bumi aksara.
Sugiono.2001.” Pengantar Statistik Pendidikan “ Jakarta : PT Raja Gafindo Persada.
Sugiyono.2006.”Statistik Untuk Penelitian”. Bandung.Alfabeta.
Sulitiyono dan Waluyo, Budi. 2006. Strategi Belajar Mengajar Matematika . Jakarta : Dekdikbud.
Tasdikin. 2004. Penuntun Belajar yang Sukses. Nine Karya, Jakarta.
Umamik. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmiah, CV. Media Pustaka, Jakarta.
Yuliana. 2005. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi. Jakarta.

Selasa, 12 Februari 2013

Efektivitas Anggaran Proyek Pemeliharaan DAM Pada Kantor Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk


oleh : Indrian Supheni




Abstract

The main point in managing government finance is budgetting. Planning, organizing and having responsibility of income budget and buying of government (APBD) often get protest from the society because full of deviation. This reasearch was done in Dinas Pengairan of Nganjuk Regency about 2010. The method done by analyzing the financial report of 2010 and compare it with real condition by doing survey to the field which involved the building shops and contractors. The result showed that there were gap or deviation between the real condition of prices and the prices which were reported or can be said that there was corruption. The causes were indisipline of technical planner in doing survey which did not compare the real price in the field and in budget. Other cause, there was not controlling in doing budget. Although the budget plan was perfect but if the control in doing budget was minus, the deviation of budget could happen.

Keyword : Project, Budget, Deviation 



Masalah penting dalam pengelolaan keuangan pemerintah salah satunya adalah anggaran. Perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seringkali menuai protes dari masyarakat karena sarat dengan penyimpangan anggaran (budgetary slack). Dikeluarkannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah mendorong adanya desentralisasi penyelenggaraan pemerintah daerah, menunjukkan adanya pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dirinya sendiri secara otonom
Atau dengan kata lain maka pengelolaan pemerintahan daerah dituntut mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang memerlukan adanya pembenahan menyeluruh dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah melalui kerjasama seluruh komponen negara khususnya eksekutif, legislatif maupun masyarakat itu sendiri sebagai agen kontrol.
Salah satu instansi pemerintah yang dinilai masih belum optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah Dinas Pengairan Daerah. Instansi ini melayani kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya air, termasuk di dalamnya menyangkut proyek pengelolaan DAM.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini dengan didasarkan pada sejauh mana efektivitas anggaran adalah : Apakah penyusunan anggaran proyek pemeliharaan DAM pada Kantor Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk sudah akuntabel apakah terdapat budgetary slack pada anggaran proyek pemeliharaan DAM pada Kantor Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab pertanyaan - pertanyaan sebagaimana yang telah dikemukakan dalam rumusan masalah diatas, sehingga hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi beberapa pihak antara lain bagi Kantor Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan reformasi anggaran agar semakin akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Selain itu bagi pelaksana Tender Proyek, penelitian diharapkan dapat mendorong terciptanya iklim bisnis yang lebih sehat di kalangan pelaksana tender proyek. Dan bagi para mahasiswa, pendidik dan profesional akuntansi penelitian ini diharapkan dapat memberi wacana dalam mengaudit anggaran.

Asumsi
Pembahasan penelitian ini dibatasi pada asumsi : 1) Efektivitas anggaran diukur dari akuntabilitas penyusunan anggaran dan besarnya penyimpangan anggaran (budgetary slack). 2) Harga taksiran yang digunakan dalam audit anggaran pada penelitian ini adalah harga lokal yang umum di Kabupaten Nganjuk sesuai dengan waktu dan kondisi pelaksanaan anggaran.

Pengertian dan Manfaat Anggaran
Mardiasmo (2004) menyatakan anggaran sector publik pemerintah penting, karena pertama, anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial-ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kedua, adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas dan yang terakhir untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap rakyat.
Penganggaran berbasis kinerja (PBK) merupakan suatu pendekatan dalam penyusunan anggaran yang didasarkan pada kinerja atau prestasi kerja yang ingin dicapai. PBK dapat dikatakan merupakan hal baru karena pusat perhatian diarahkan pada outcome dan mencoba untuk menghubungkan alokasi sumber daya secara eksplisit dengan outcome yang ingin dicapai

Jenis Anggaran Proyek
Untuk rencana atau anggaran proyek besar dan kompleks, minimal terdapat dua macam perkiraan biaya atau anggaran, yaitu : Perkiraan Biaya Pendahuluan (PBP), dan Anggaran Biaya Proyek (ABP).
1.      Perkiraan Biaya Pendahuluan (PBP)
PBP dikerjakan pada tahap konseptual di mana berlangsung kegiatan studi kelayakan yang dikembangkan dan dikaji sebagai dasar pengambilan keputusan. Jadi kegunaan PBP adalah untuk mengkaji kelayakan ekonomi dan finansial serta menentukan urutan prioritas (ranking) dari beberapa proyek;
2.      Anggaran Biaya Proyek (ABP)
Anggaran Biaya Proyek (ABP) diselesaikan pada akhir tahap. Bagi pihak pemilik, ABP berfungsi lebih penting dari PBP, karena dari padanya akan diputuskan ikatan (commitment) yang bernilai besar, yaitu pembangunan proyek.
 
Pengertian Efektivitas Anggaran
Efektivitas anggaran adalah kemampuan suatu anggaran untuk dapat direalisasikan sesuai dengan kondisi yang ada kebutuhan secara tepat. Agar efektivitas suatu anggaran dapat tercapai, maka diperlukan pengendalian dan pengawasan yang bertujuan untuk memantau, mengawasi dan mengadakan pembetulan agar kegiatan proyek mencapai sasaran yang telah ditentukan.Untuk menghasilkan penyelenggaraan anggaran yang efektif dan efisien, tahap persiapan/perencanaan anggaran merupakan salah satu faktor penting dan menentukan dan keseluruhan siklus anggaran.

Pengukuran Efektivitas Anggaran
Untuk mengukur efektivitas anggaran sedikitnya dapat diukur dari akuntabilitas penyusunan anggaran dan besarnya budgetary slack. Akuntabilitas penyusunan anggaran artinya bahwa anggaran yang disusun sudah memenuhi standar akuntansi dan pos-pos rekening yang muncul dapat dijelaskan secara logis. Budgetary slack adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan.
Dua dimensi yang digunakan untuk mengukur Budgetary Slack, yaitu kecenderungan eksekutif menetapkan target anggaran di bawah kapasitas produktif yang secara jujur dapat dicapainya (underestimate revenue) serta kecenderungan eksekutif memasukkan excess resource dalam ajuan anggarannya (overestimate expenditure).



Standar Biaya (Belanja)
Standar biaya merupakan dasar pengukuran kinerja keuangan dalam penyusunan APBD dengan pendekatan kinerja. Standar biaya ini berisikan kebijakan mengenai ketentuan batas normal harga satuan unit biaya, baik yang bersifat rutin maupun program, sehingga perkiraan kewajaran anggaran yang dilaksanakan pada suatu satuan kerja dan/atau kegiatan serta proyek pada satu satuan kerja dapat ditentukan.
Tujuan penyusunan standar biaya yang dilakukan pada saat perencanaan anggaran daerah antara lain adalah :
  1. Meningkatkan kemampuan satuan kerja dalam menyusun anggaran berdasarkan skala prioritas anggaran daerah, tugas pokok dan fungsi, tujuan, sasaran, serta indikator kinerja pada setiap program dan kegiatan yang direncanakan.
  2. Mencegah terjadinya duplikasi dan atau tumpang tindih kegiatan dan anggaran belanjanya pada masing-masing dan antara satuan kerja.
  3. Menjamin kesesuaian antara kegiatan dan anggaran dengan arah, kebijakan, strategi, dan prioritas penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik, serta  mengurangi tumpang tindih belanja dalam kegiatan investasi dan non investasi.
Kerangka Berpikir
Salah satu elemen APBD yang penting untuk dievaluasi adalah anggaran proyek instansi pemerintah. Anggaran proyek disinyalir sarat dengan korupsi dan penyimpangan anggaran. Oleh karena itu anggaran proyek instansi pemerintah perlu direformasi agar efektivitasnya optimal. Menurut Sujiati (2006) guna mengukur efektivitas anggaran proyek digunakan dua elemen yaitu Akuntabilitas penyusunan anggaran, dan Budgetary Slack




Gambar 1 : Bagan Model Penelitian



 





















Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguraikan atau menggambarkan sifat atau karakteristik dari suatu fenomena tertentu serta menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. (Husein Umar, 2001 : 92)


Definisi Operasional Variabel
(X1) = Efektivitas Anggaran adalah
Kemampuan suatu anggaran keuangan untuk dapat mencapai realisasi pengeluaran anggaran sesuai dengan yang diharapkan.
(X2) = Akuntabilitas Anggaran artinya
anggaran yang disusun sudah memenuhi standar akuntansi dan pos-pos rekening yang muncul dapat dijelaskan secara logis.
(X3) = Budgetary Slack adalah perbedaan
antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan.
A.     Jenis Data dan Tehnik Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka untuk ditarik kesimpulan. Data yang terkumpul berupa: anggaran proyek pemeliharaan Dam serta data-data survey yang berkaitan dengan standar biaya.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara : 1) Interview yaitu mengadakan wawancara langsung dengan Kepala Bagian Pemeliharaan serta pihak-pihak yang berwenang. untuk mendapatkan data tentang Penjelasan Pos Anggaran serta Aktivitas Proyek Anggaran, 2) Dokumentasi yaitu mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan anggaran proyek pemeliharaan DAM, standar biaya , serta data lain yang mendukung penelitian. 3) Observasi yaitu mengadakan survey harga ke beberapa sumber seperti CV, toko bahan bangunan dan sumber lain, guna menentukan standar biaya dan efektivitas anggaran.

Teknik Analisa Data
Untuk menganalisa efektivitas anggaran proyek yang dibuat oleh Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk, maka peneliti menggunakan beberapa teknik analisa data sebagai berikut:

1.      Akuntabilitas penyusunan anggaran
Untuk menilai akuntabilitas anggaran digunakan standar pengelompokan komponen anggaran yang teridentifikasi secara tepat dan rinci ke dalam unsur-unsur biaya sebagai berikut:
a.       Biaya Langsung ( Misalnya ; biaya untuk tenaga kerja, material, dan peralatan. )
b.      Overhead
Biaya-biaya ini sering kali berjumlah cukup besar dan tidak mudah dikendalikan. Oleh karena itu, perlu dipisahkan dan diperinci baik jumlah maupun jadwal pemakaiannya dan hubungannya dengan perencanaan biaya langsung.
c.       Cadangan Manajemen (management reserve)
Cadangan manajemen adalah sejumlah biaya yg ditahan oleh manajemen untuk maksud pengendalian, bukan untuk dialokasikan pada pekerjaan yang spesifik.. Bila pada saat kontrak habis jumlahnya masih tersisa (positif) maka bisa dimasukkan sebagai keuntungan, dan bila negatif berarti pelaksanaan kontrak mengalami underrun.
d.      Anggaran Tidak Terdistribusi (undistributed budget)
Anggaran ini adalah sejumlah biaya untuk penyelesaian pekerjaan kontrak tetapi belum dialokasikan ke paket kerja.
2.      Budgetary Slack
Untuk menentukan ada tidaknya budgetary slack dapat dilakukan dengan beberapa langkah : 1) mengadakan survey standar biaya untuk semua pos biaya, 2) membandingkan antara standar biaya dengan nilai biaya pada anggaran
Apabila kemudian diketemukan adanya selisih anggaran yang cukup besar, maka dapat dikatakan terdapat budgetary slack. Semakin banyak didapati budgetary slack dalam suatu anggaran, maka semakin tinggi tingkat penyimpangan anggaran tersebut.

Deskripsi Data Variabel
Gambaran Umum Dinas
Dinas Pengairan Daerah mempunyai tugas dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga Daerah di bidang Pengairan. Adapun fungsi dari Dinas Pengairan Daerah adalah :
a.       Penyusunan perencanaan kebijaksanaan dalam pengelolaan irigasi dan pembangunan jaringan irigasi;
b.      Pelaksanaan penyediaan dan pembagian air irigasi serta pelaksanaan pembangunan, operasi/eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi;
c.       Pelaksanaan pembinaan, pemberian bimbingan dan pengelolaan perijinan di bidang irigasi sesuai kebijaksanaan Bupati;
d.      Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang Pengairan;

Susunan Organisasi Dinas Pengairan Daerah terdiri dari :
a.      Kepala Dinas Pengairan Daerah
Mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan koordinasi, pengawasan, ketatausahaan dan membagi tugas kegiatan bawahan di bidang Pengairan.
b.      Bagian Tata Usaha
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan evaluasi, pelaporan tata usaha keuangan, kepegawaian, umum dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi : 1) Penyusunan rencana program dan evaluasi kegiatan di bidang keuangan, kepegawaian, umum dan pelengkap 2) Pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, umum dan perlengkap. Selain itu, Bagian Tata Usaha membawahi :
- Sub Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas : 1) Menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan penyusunan program kegiatan; 2) Menyusun rencana program kegiatan dinas; 3) Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan dinas.
-   Sub Bagian dan Evaluasi mempunyai tugas : 1) Melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji pegawai, 2) Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan keuangan.
- Sub Bagian dan Evaluasi mempunyai tugas yang sebagian diantaranya : 1) Mengurus administrasi perjalanan dinas dan tugas-tugas melayani kemasyarakatan ; 2) Melaksanakan invetarisasi terhadap barang, peralatan, dan perlengkapan dinas ; 3) Melakukan pengelolaan, pemanfaatan, perawatan dan perbaikan terhadap peralatan dan perlengkapan dinas ; 4) Mengusulkan kenaikan pangkat, berkala, pemberhentian dan diklat pegawai
-  Sub Dinas Pembangunan mempunyai tugas menyusun program perencanaan teknis, pelaksanaan, pelaporan pembangunan dan rehabilitasi sungai, jaringan irigasi, drainase dan bangunan pelenngkapannya. Sub Dinas Pembangunan membawahi : 1) Seksi Perencanaan Teknis, 2) Seksi Pemb. dan Rehabilitasi
-  Sub Dinas Operasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas menyusun program perencanaan dan pelaksanaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian operasi dan pemeliharaan jaringan irigrasi, drainase dan bangunan pelengkapnya. Sub Dinas Operasi dan Pemeliharaan membawahi : 1) Seksi Operasi, 2) Seksi Pemeliharaan

-  Sub Dinas Bina Manfaat mempunyai tugas melakukan pembinaan, pengendalian, pengawasan dan evaluasi kegiatan irigasi serta penyuluhan pengairan. Sub Dinas Bina Manfaat membawahi : 1) Seksi Irigasi Pedesaan, 2)  Seksi Penyuluhan dan Pengendalian.

c.       Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas khusus sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhan.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga ahli dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan keahliannya.
Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk Bupati dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pengairan Daerah. Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis Jabatan Fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Analisa Data
Rencana Anggaran Biaya
Anggaran pemeliharaan DAM secara lengkap dipaparkan sebagai berikut :



Tabel 4.1
Rencana Anggaran Biaya Tahun 2010
No.
Uraian Pekerjaan
Satuan
Volume
Harga Satuan (Rp.)
Jumlah (Rp.)
I.
1.

2.


3.

4.

II.
1.
2.

3.
4.
5.
6.

III.
1.
2.

3.
4.
5.
6.


IV.
1.
2.
3.
Pekerjaan Tanah
Galian tanah dengan excavator untuk timb.
Galian tanah dengan excavator dibuang keluar
Timbunan tanah dari galian
Gebalan rumput

Pekerjaan Pasangan
Bongkaran pasangan lama
Pasangan batu bekas bongkaran
Pasangan batu kali 1 : 4
Plesteran 1 : 3
Siaran 1 : 2
Beton tumbuk 1:2:3

Pekerjaan Besi
Servis pintu Type A
Pasang besi WF 300.150 + siku + kanal + plat
Ongkos angkutan
Ongkos pemasangan
Biaya mengelas
Pembelian alat derek (daya tarik 5 ton)

Pekerjaan Lain-lain
Pengeringan / kisdam
Direksikeet
Dokumentasi Foto



M3

M3

M3
M2


M3
M3
M3
M2
M2
M3



Buah
Kg

Kg
Kg
Cm
Buah



Unit
Unit
Unit




415,00

824,10

415,00
125,00


22,00
13,00
310,00
37,00
546,00
4,80



1,00
904,00

904,00
904,00
1.912,00
1,00



1,00
1,00
1,00



16.860,00

16.860,00

6.640,00
5.270,00


115.600,00
309.750,00
396.150,00
35.100,00
19.110,00
614.750,00



17.250.000,00
7.750,00

1.000,00
1.000,00
750,00
5.000.000,00



1.150.000,00
1.500.000,00
851.000,00



6.996.900,00

13.894.326,00

2.755.600,00
658.750,00
24.305.576,00

2.543.200,00
4.026.750,00
122.806.500,00
1.298.700,00
10.434.060,00
2.950.800,00
144.060.010,00


17.250.000,00
7.006.000,00

904.000,00
904.000,00
1.434.000,00
5.000.000,00
                    
32.498.000,00

1.150.000,00
1.500.000,00
851.000,00
3.501.000,00



Jumlah
PPn 10%
Total Biaya
Total (dibulatkan)
204.364.586,00
20.436.458,60
224.801.044,60
224.801.000,00
Terbilang   (Dua Ratus Dua Puluh Empat Juta Delapan Ratus Satu Ribu Rupiah)



Tabel 4.2
Harga Bahan dan Upah Tahun 2010
No.
Jenis Bahan dan Upah
Harga Satuan
Keterangan

1.
2.
3.
4.
5.
6.


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
TENAGA
Pekerja                               Orang / hari
Mandor                              Orang / hari
Tukang                              Orang / hari
Kepala Tukang                  Orang / hari
Penganyam                        Orang / hari
Mandor Penganyam           Orang / hari

BAHAN
Batu Kali                           M3
Semen 50 kg                      Zak
Pasir pasang (brantas)        M3
Besi beton polos                Kg
Kerikil 2/3                         M3
Kawat beton                      Kg
Paku                                  Kg
Kayu bekisting                   M3
Besi baja propil                  Kg
Mengelas                           Cm
Ongkos angkutan + pasang  Kg

25.000,00
60.000,00
45.000,00
50.000,00
25.000,00
55.000,00


72.000,00
39.000,00
75.000,00
6.750,00
132.500,00
9.000,00
8.000,00
1.700.000,00
7.500,00
750,00
1.000,00







Pengukuran
Kriteria atau tolok ukur yang biasanya dipakai adalah yang telah diterima di kalangan luas atau dapat juga menggunakan kriteria seperti di bawah ini :
§  Tolok ukur yang dibuat atau diciptakan di perusahaan itu sendiri, misalnya sasaran dan tujuan yang telah digariskan, kebijakan, prosedur, anggaran, dan jadwal proyek.
§  Tolok ukur berasal dari luar, misalnya standar di lingkungan industri seperti jam orang untuk mengecor per sekian meter kubik beton, jam-orang untuk memasang per sekian meter pipa ukuran tertentu, dan lain-lain.
Selanjutnya berdasarkan standar biaya tersebut dilakukan perbandingan survey harga dengan nilai anggaran yang dibuat. Survey harga dilakukan dengan mencari informasi dari beberapa sumber, yaitu:
a.       CV. Hutomo Putra, yaitu kontraktor yang telah beroperasi sejak tahun 1990 dan telah sering mengerjakan tender proyek instansi pemerintah.
b.      CV. Teguh Karya Sukomoro yang juga banyak menangani proyek-proyek besar pemerintahan.
c.       Toko Bahan Bangunan Sumber Agung Jombang, yang bergerak dalam bidang distribusi bahan-bahan bangunan dan besi. Toko ini sudah berpengalaman dalam pemasokan bahan-bahan bangunan untuk orderan-orderan besar.
Berdasarkan hasil survey diperoleh standar biaya sebagai berikut :

Tabel 4
Hasil Survey Harga Bahan dan Upah Tahun 2010
No.
Jenis Bahan dan Upah
Harga Satuan
Keterangan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
TENAGA
Pekerja                               Orang / hari
Mandor                              Orang / hari
Tukang                              Orang / hari
Kepala Tukang                  Orang / hari
Penganyam                        Orang / hari
Mandor Penganyam           Orang / hari
BAHAN
Batu Kali                           M3
Semen 50 kg                      Zak
Pasir pasang (brantas)        M3
Besi beton polos                Kg
Kerikil 2/3                         M3
Kawat beton                      Kg
Paku                                  Kg
Kayu bekisting                   M3
Besi baja propil                  Kg
Mengelas                           Cm
Ongkos angkutan + pasang  Kg

25.000,00
50.000,00
38.000,00
50.000,00
25.000,00
50.000,00

60.000,00
39.000,00
75.000,00
6.750,00
132.500,00
9.000,00
8.000,00
1.700.000,00
7.200,00
750,00
1.000,00


Tabel 5
Perbandingan antara Harga Survey dan Anggaran
No.
Jenis Bahan dan Upah
Harga Survei
Anggaran

1.
2.
3.


1.
2.
3.
TENAGA
Mandor                              Orang / hari
Mandor Penganyam           Orang / hari
Tukang                              Orang / hari

BAHAN
Batu Kali                           M3
Besi baja propil                  Kg
Mengelas                           Cm

50.000,00
50.000,00
38.000,00


60.000,00
7.000,00
700,00

60.000,00
55.000,00
45.000,00


72.000,00
7.200,00
750,00

Temuan Penyimpangan
Berdasarkan analisa atas anggaran biaya upah tenaga kerja ditemukan beberapa indikasi penyimpangan nilai biaya dianggap tidak wajar dan mengandung budgetary slack yang cukup besar., antara lain:
-          Penyimpangan biaya upah mandor .Selisih antara biaya yang dianggarkan dengan biaya yang wajar sebesar Rp. 10.000,- untuk setiap mandor/hari.
-          Penyimpangan biaya upah mandor penganyam Selisih antara biaya yang dianggarkan dengan biaya yang wajar sebesar Rp. 5.000,- untuk setiap mandor penganyam/hari. 
-          Penyimpangan biaya upah tukang Selisih antara biaya yang dianggarkan dengan biaya yang wajar sebesar Rp. 7.000,- untuk setiap mandor/hari.
Selain penyimpangan upah tenaga kerja, juga ditemukan penyimpangan harga bahan, antara lain adalah :
-          Penyimpangan harga batu kali Selisih antara harga yang dianggarkan dengan harga yang wajar sebesar  Rp. 12.000,-/M3.
-          Penyimpangan harga besi baja Selisih antara harga yang  dianggarkan dengan harga yang wajar sebesar Rp. 300,-/kg.
-          Penyimpangan harga untuk jasa mengelas Selisih antara harga yang  dianggarkan  dengan harga yang wajar sebesar Rp. 50,-/cm. Anggaran sebesar ini dianggap tidak terlalu besar dan masih bisa dikatakan wajar, meskipun terdapat perbedaan atau selisih.

Pembahasan
Dari analisa di atas diketahui terdapat beberapa penyimpangan yang secara logis kurang dapat diterima dan dipertanggungjawabkan antara lain:


Tabel 6
Hasil Penyimpangan Anggaran DAM Selama 120 Hari
Periode 09 Juli 2010 s/d 05 Nopember 2010
No.
Jenis Bahan dan Upah
Satuan
Biaya yang seharusnya
( Rp. )
Biaya yang dianggarkan
( Rp. )

1.
2.
3.


1.
2.
3.

TENAGA
Mandor
Mandor Penganyam
Tukang

BAHAN
Batu Kali
Besi baja propil
Mengelas


Orang / hari
Orang / hari
Orang / hari


M3
Kg
Cm


18.000.000,00
30.000.000,00
228.000.000,00


144.000.000,00
67.200.000,00
25.200.000,00


21.600.000,00
33.000.000,00
270.000.000,00


172.800.000,00
69.120.000,00
27.000.000,00

-          Penyimpangan biaya upah mandor.
Pada anggaran DAM untuk upah tiga orang mandor didapatkan Selisih biaya upah mandor yang dianggarkan dan hasil survei adalah sebesar  Rp. 3.600.000,-
-          Penyimpangan biaya upah mandor penganyam.
Pada anggaran DAM untuk upah lima mandor penganyam didapatkan Selisih biaya upah mandor penganyam yang dianggarkan dan hasil survei adalah Rp. 3.000.000,-
-          Penyimpangan upah tukang
Pada anggaran DAM untuk upah lima puluh orang tukang didapatkan Selisih biaya upah tukang yang dianggarkan dan hasil survei adalah sebesar Rp. 42.000.000,-
Selain penyimpangan upah tenaga kerja, juga ditemukan penyimpangan harga bahan, antara lain adalah :
-          Penyimpangan harga batu kali.
Pada anggaran DAM untuk harga batu kali 10 M3 didapatkan Selisih biaya untuk pembelian batu kali yang dianggarkan dan hasil survei adalah sebesar Rp. 28.800.000,-
-          Penyimpangan harga besi baja propil.
Pada anggaran DAM untuk harga besi baja propil 80 kg didapatkan Selisih biaya untuk pembelian besi baja propil yang dianggarkan dan hasil survei adalah Rp. 1.920.000,-
-          Penyimpangan harga untuk jasa mengelas
Pada anggaran DAM ongkos untuk jasa mengelas didapatkan Selisih biaya untuk ongkos mengelas yang dianggarkan dan hasil survei adalah sebesar Rp. 1.800.000,- Anggaran sebesar ini dianggap tidak terlalu besar dan masih bisa dikatakan wajar, meskipun terdapat perbedaan atau selisih.


SIMPULAN
Dari uraian dan analisis yang telah peneliti kemukakan dalam penulisan skripsi ini dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain masih dijumpai beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh Dinas Pengairan Daerah Kabupaten Nganjuk dalam melakukan penyusunan anggaran. Selain itu kelalaian bagian perencanaan teknis dalam melakukan survei, baik survei harga maupun bahan-bahan yang akan digunakan, sehingga menyebabkan ketidaksesuaian antara harga hasil survei dengan harga yang dianggarkan.
Juga adanya kekurangan kepengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan anggaran, karena meskipun anggaran sudah disusun dengan baik, apabila tidak dilaksanakan secara benar dapat mengarah ke penyimpangan. Kinerja dari petugas Dinas Pengairan Daerah Nganjuk yang kurang transparansi, akuntabilitas dan disiplin dalam penyusunan suatu anggaran. Dari semua uraian tersebut,  maka disimpulkan bahwa penyusunan anggaran proyek pada Dinas Pengairan Daerah Nganjuk belum efektif dan efisien.

SARAN
Dari simpulan diatas maka disarankan agar Dinas Pengairan daerah Nganjuk khususnya bagian perencanaan teknis lebih meningkatkan kinerjanya dalam melakukan survei lingkungan yang berkaitan dengan kebutuhan proyek. Selain itu, mengingat rawannya dengan tindakan korupsi, manipulasi dan kolusi maka diharapkan Dinas Pengairan Daerah Nganjuk lebih menekankan pada kontrol, audit dan pengendalian baik dalam hal penyusunan maupun dalam pelaksanaan anggaran proyek. Diharapkan pelaksana tender proyek dapat terdorong untuk menciptakan iklim bisnis yang lebih sehat.


DAFTAR PUSTAKA

Hatry, H. P. 1999. Performance Measurement, Getting Result. The Urban Institute Press, Washington,
Indra, Bastian. 2006. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintahan Daerah di Indonesia. Jakarta. Penerbit : Salemba Empat.
Jones, R. dan M. Pendlebury. 2000. Public Sector Accounting. 5th Edition. Pitman Publishing, London.
Kenis, I. 1997. Effects of Budgetary Goal Characteristics on Managerial attitudes and Performance. The Accounting Review, Vol. LIV (4). 70700721.
Mardiasmo. 2004. Akuntansi Sektor Publik. Penerbit Andi Yogyakarta.
Osborne, D. dan T. Gaebler. 2002. Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit Is Transforming the Public Sector. Addison Wesley Publishing Company, Inc, New York.
Reki, Kusuma. 2002. Efektivitas Anggaran Proyek pada Pembangunan Jembatan di Desa Ceweng Jombang. Skripsi. Malang. Universitas Merdeka.
Sujiningsih. 2004. Evaluasi Anggaran pada Pembangunan Balai Desa di Desa Ngasem – Pacitan. Skripsi. Malang. Universitas Muhammadiyah.
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More